Manajemen kelas:konsep,tujuan,proses dan strategi
Manajemen Kelas
1. Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen merupakan kemampuan dan ketrampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam
upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif , efektif dan efisien.
Sebelum membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu kita
mengetahui pengertian daripada kelas.
Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Dan yang dimaksud dengan kelas, bukan hanya kelas yang merupakan ruangan yang dibatasi dinding
tempat para siswa berkumpul bersama untuk mempelajari segala yang
disajikan oleh pengajar, tetapi lebih dari itu kelas merupakan suatu unit
kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran
dengan beragam keunikan yang dimiliki.
Sedangkan kelas menurut
pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan
dari segi fisik, dan pandangan dari segi siswa. Disamping itu, Hadari
Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yaitu :
1. Kelas dalam arti sempit : ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses pembelajaran. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing.
2. Kelas dalam arti luas : suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Secara sederhana, kelas dapat diartikan sebagai unit kerja terkecil di sekolah yang
digunakan sebagai tempat untuk kegiatan pembelajaran. Pembagian kelas sebagai sebuah unit biasanya ditentukan oleh jenjang usia peserta didik.
Setelah membahas tentang manajemen dan kelas, maka definisi dari manajemen kelas
adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang
efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses pembelajaran secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga,pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi kondisi proses pembelajaran dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik.
Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
Tugas guru seperti mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini.
Sekarang aktivitas guru yang terpenting adalah memanajemen mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran.
Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam
memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju
perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek - aspek yang perlu diperhatikan dalam manjemen kelas adalah sifat kelas,pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif.
Manajemen Kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif, yaitu meliputi : tujuan pengajaran,
pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, dan pengelompokan siswa
dalam belajar.
Manajemen Kelas adalah kegiatan pengelolaan perilaku murid-murid, sehingga murid - murid dapat belajar (E.C. Wragg : v)
Dari Wilford A. Weber : 1986 manajemen kelas adalah :
- Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalaui penggunaan disiplin (pendekatan otoriter).
- Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas.
- Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti
Petunjuk.
- Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan baik (pendekatan instruksional).
- Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan perubahan perilaku).
- Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal
yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim
sosio emosional).
- Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan
organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial).
2.Tujuan Manajemen Kelas
a. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal
mungkin.
b. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
c. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam
pencapaian tujuan pembelajaran.
Tujuan manajemen kelas : (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen : 1996)
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi,budaya serta sifat-sifat individualnya.
3.Proses Manajemen Kelas
Proses Manajemen Kelas:
1. Merumuskan Kondisi Kelas Yang di Kehendaki Manajemen kelas adalah proses yang bertujuan, yaitu guru menggunakan berbagai strategi manajerial untuk mencapai tujuan yang telah di rumuskan dan di identifikasi dengan baik.
Oleh karena itu, tahap pertama yang harus dilakukan guru ialah merumuskan spesifikasi kondisi kelas yang dikehendaki,
sebagai suatu kondisi ideal. Untuk itu seorang guru perlu memiliki konsep yang jelas tentang kondisi.
2. Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ada Pada Saat Ini Kondisi kelas aktual adalah
kondisi pada saat ini. Analisis kondisi kelas pada saat ini penting dilakukan untuk
dibandingkan dengan kondisi ideal yang telah dirumuskan pada tahap satu.
Analisis macam ini akan membantu guru untuk mengidentifikasi hal-hal berikut:
a. Kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, dan menetapkan hal-hal yang segera memerlukan perhatian.
b. Masalah-masalah potensial yang bisa muncul sekiranya guru tidak berhasil
mencegahnya.
c. Kondisi nyata yang perlu dipelihara, ditingkatan, dan dipertahankan karena
merupakan kondisi yang dikehendaki.
3. Memilih dan Menggunakan Strategi Manajerial Setelah mengidentifikasi kesenjangan kondisi aktual dengan kondisi deal yang dirumuskan dalam masalah manajerial, langkah berikut adalah memilih dan menggunakan strategi yang akan dilakukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut atau memecahkan masalah, mencegah timbulnya masalah, dan memelihara kondisi positif yang telah terjadi.
Guru dapat memilih lebih dari satu pendekatan manajerial di dalam mengembangkan kondisi kelas yang mendukung proses pembelajaran yang efektif.
4. Menilai Efektivitas Manajerial Pada tahap keempat ini guru bernilai upayanya
sendiri. Sampai dimana upaya yang dilakukan itu dalam mengembangkan dan
memelihara kondisi yang dikehendaki, serta sampai dimana upaya itu dapat
mempersempit kesenjangan antara kondisi aktual dengan kondisi ideal. Penilaian
ini difokuskan kepada dua perangkat perilaku, yaitu perilaku guru dan perilaku
peserta didik.
Dalam hal pertama guru menilai sampai dimana perilaku dan strategi manajerial yang digunakan dapat menumbuhkan kondisi yang dikehendaki. Dan dalam hal kedua, guru menilai sampai dimana para peserta didik berperilaku sesuai dengan cara-cara dikehendaki.
4.strategi Manajemen Kelas
a. Menciptakan suasana atau kondisi kelas yang optimal Seseorang guru harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari kondisi interaksi pendidikan dengan jalan menciptakan kondisi baru yang menguntungkan proses belajar mengajar sehingga siswa bersemangat dalam belajarnya.
Keterampilan yang harus dimiliki guru yang berhubungan dengan penciptaan dan
pemeliharaan kondisi belajar adalah sikap tanggap, membagi perhatian, dan pemusatan perhatian kelompok.
b. Berusaha menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang Seorang guru melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Setelah itu guru memberikan teguran dan bimbingan serta pengarahan-pengarahan agar tercipta tingkah laku siswa yang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
c. Menciptakan disiplin kelas
Pembinaan disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin bisa dilakukan dengan cara membuat tata tertib kelas (Djamarah, 1996: 212).
d. Menciptakan keharmonisan antara guru dengan siswa Keharmonisan hubungan guru dengan siswa mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas terutama dalam meningkatkan efektifitas belajar
mengajar. Hubungan guru dan siswa dikatakan baik apabila hubungan itu memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1. Keterbukaan, guru maupun siswa saling bersikap jujur dan membuka diri antar satu dengan yang lain.
2. Tanggap, bilamana seseorang tahu bahwa tindakannya dinilai orang lain.
3. Saling ketergantungan antara satu dengan yang lain.
4. Kebebasan yang memperbolehkan setiap orang tumbuh dan mengembangkan keunikannya, kreatifitasnya, dan kepribadiannya.
5. Saling memenuhi kebutuhan sehingga tidak ada kebutuhan satu orangpun yang tidak terpenuhi
(Gordon, 1990: 28).
Daftar rujukan
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996), Pengelolaan Kelas, Seri peningkatan Mutu 2, Jakarta : Depdagri dan Depdikbud
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996), Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 3, Jakarta : Depdagri dan Depdikbud
Maman Rahman, (1998), Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
M. Entang, T raka Joni an Prayitno, (1985), Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
1. Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen merupakan kemampuan dan ketrampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam
upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif , efektif dan efisien.
Sebelum membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu kita
mengetahui pengertian daripada kelas.
Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Dan yang dimaksud dengan kelas, bukan hanya kelas yang merupakan ruangan yang dibatasi dinding
tempat para siswa berkumpul bersama untuk mempelajari segala yang
disajikan oleh pengajar, tetapi lebih dari itu kelas merupakan suatu unit
kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran
dengan beragam keunikan yang dimiliki.
Sedangkan kelas menurut
pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan
dari segi fisik, dan pandangan dari segi siswa. Disamping itu, Hadari
Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yaitu :
1. Kelas dalam arti sempit : ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses pembelajaran. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing.
2. Kelas dalam arti luas : suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Secara sederhana, kelas dapat diartikan sebagai unit kerja terkecil di sekolah yang
digunakan sebagai tempat untuk kegiatan pembelajaran. Pembagian kelas sebagai sebuah unit biasanya ditentukan oleh jenjang usia peserta didik.
Setelah membahas tentang manajemen dan kelas, maka definisi dari manajemen kelas
adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang
efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses pembelajaran secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga,pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi kondisi proses pembelajaran dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik.
Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
Tugas guru seperti mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini.
Sekarang aktivitas guru yang terpenting adalah memanajemen mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran.
Mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam
memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju
perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek - aspek yang perlu diperhatikan dalam manjemen kelas adalah sifat kelas,pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif.
Manajemen Kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif, yaitu meliputi : tujuan pengajaran,
pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, dan pengelompokan siswa
dalam belajar.
Manajemen Kelas adalah kegiatan pengelolaan perilaku murid-murid, sehingga murid - murid dapat belajar (E.C. Wragg : v)
Dari Wilford A. Weber : 1986 manajemen kelas adalah :
- Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalaui penggunaan disiplin (pendekatan otoriter).
- Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas.
- Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti
Petunjuk.
- Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan baik (pendekatan instruksional).
- Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan perubahan perilaku).
- Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal
yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim
sosio emosional).
- Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan
organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial).
2.Tujuan Manajemen Kelas
a. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal
mungkin.
b. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
c. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam
pencapaian tujuan pembelajaran.
Tujuan manajemen kelas : (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen : 1996)
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi,budaya serta sifat-sifat individualnya.
3.Proses Manajemen Kelas
Proses Manajemen Kelas:
1. Merumuskan Kondisi Kelas Yang di Kehendaki Manajemen kelas adalah proses yang bertujuan, yaitu guru menggunakan berbagai strategi manajerial untuk mencapai tujuan yang telah di rumuskan dan di identifikasi dengan baik.
Oleh karena itu, tahap pertama yang harus dilakukan guru ialah merumuskan spesifikasi kondisi kelas yang dikehendaki,
sebagai suatu kondisi ideal. Untuk itu seorang guru perlu memiliki konsep yang jelas tentang kondisi.
2. Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ada Pada Saat Ini Kondisi kelas aktual adalah
kondisi pada saat ini. Analisis kondisi kelas pada saat ini penting dilakukan untuk
dibandingkan dengan kondisi ideal yang telah dirumuskan pada tahap satu.
Analisis macam ini akan membantu guru untuk mengidentifikasi hal-hal berikut:
a. Kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, dan menetapkan hal-hal yang segera memerlukan perhatian.
b. Masalah-masalah potensial yang bisa muncul sekiranya guru tidak berhasil
mencegahnya.
c. Kondisi nyata yang perlu dipelihara, ditingkatan, dan dipertahankan karena
merupakan kondisi yang dikehendaki.
3. Memilih dan Menggunakan Strategi Manajerial Setelah mengidentifikasi kesenjangan kondisi aktual dengan kondisi deal yang dirumuskan dalam masalah manajerial, langkah berikut adalah memilih dan menggunakan strategi yang akan dilakukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut atau memecahkan masalah, mencegah timbulnya masalah, dan memelihara kondisi positif yang telah terjadi.
Guru dapat memilih lebih dari satu pendekatan manajerial di dalam mengembangkan kondisi kelas yang mendukung proses pembelajaran yang efektif.
4. Menilai Efektivitas Manajerial Pada tahap keempat ini guru bernilai upayanya
sendiri. Sampai dimana upaya yang dilakukan itu dalam mengembangkan dan
memelihara kondisi yang dikehendaki, serta sampai dimana upaya itu dapat
mempersempit kesenjangan antara kondisi aktual dengan kondisi ideal. Penilaian
ini difokuskan kepada dua perangkat perilaku, yaitu perilaku guru dan perilaku
peserta didik.
Dalam hal pertama guru menilai sampai dimana perilaku dan strategi manajerial yang digunakan dapat menumbuhkan kondisi yang dikehendaki. Dan dalam hal kedua, guru menilai sampai dimana para peserta didik berperilaku sesuai dengan cara-cara dikehendaki.
4.strategi Manajemen Kelas
a. Menciptakan suasana atau kondisi kelas yang optimal Seseorang guru harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari kondisi interaksi pendidikan dengan jalan menciptakan kondisi baru yang menguntungkan proses belajar mengajar sehingga siswa bersemangat dalam belajarnya.
Keterampilan yang harus dimiliki guru yang berhubungan dengan penciptaan dan
pemeliharaan kondisi belajar adalah sikap tanggap, membagi perhatian, dan pemusatan perhatian kelompok.
b. Berusaha menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang Seorang guru melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Setelah itu guru memberikan teguran dan bimbingan serta pengarahan-pengarahan agar tercipta tingkah laku siswa yang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
c. Menciptakan disiplin kelas
Pembinaan disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin bisa dilakukan dengan cara membuat tata tertib kelas (Djamarah, 1996: 212).
d. Menciptakan keharmonisan antara guru dengan siswa Keharmonisan hubungan guru dengan siswa mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas terutama dalam meningkatkan efektifitas belajar
mengajar. Hubungan guru dan siswa dikatakan baik apabila hubungan itu memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1. Keterbukaan, guru maupun siswa saling bersikap jujur dan membuka diri antar satu dengan yang lain.
2. Tanggap, bilamana seseorang tahu bahwa tindakannya dinilai orang lain.
3. Saling ketergantungan antara satu dengan yang lain.
4. Kebebasan yang memperbolehkan setiap orang tumbuh dan mengembangkan keunikannya, kreatifitasnya, dan kepribadiannya.
5. Saling memenuhi kebutuhan sehingga tidak ada kebutuhan satu orangpun yang tidak terpenuhi
(Gordon, 1990: 28).
Daftar rujukan
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996), Pengelolaan Kelas, Seri peningkatan Mutu 2, Jakarta : Depdagri dan Depdikbud
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996), Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 3, Jakarta : Depdagri dan Depdikbud
Maman Rahman, (1998), Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
M. Entang, T raka Joni an Prayitno, (1985), Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
Sangat bermanfaat kak, terimakasih kak 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus kak 🙏
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusMaterinya bagus dan sangat membantu sekali kak
BalasHapus