Komponen - Komponen keterampilan manajemen kelas ( tugas 5 )
A. Pengertian komponen keterampilan manajemen kelas
( Depdikbud, 1985) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, apabila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun gangguan yang berkelanjutan.
Menurut (Majid, 2014) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya jika terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.nnya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Menurut (Wina Sanjaya, 2005) bahwa pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan yang digunakan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran guna untuk mengkondisikan belajar siswa dengan harapan supaya terjadi suatu kondisi kelas yang kondusif, memaksimalkan sarana dan prasarana, menjaga keterlibatan siswa, menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal dan rasa nyaman dalam proses belajar mengajar.
Maka dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas, perlu memperhatikan komponen keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan seorang guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran.
B. Macam - Macam Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
Pada dasarnya, terdapat banyak sekali komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam memanajemen kelasnya. Akan tetapi di sini untuk mempermudah kita akan membahas dua komponen keterampilan manajemen kelas, Kedua kelompok besar komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas itu adalah:
1. Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
Keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar. Karena keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal terdiri ini adalah kelompok besar, maka di dalamnya terdapat sub-sub keterampilan pengelolaan kelas lainnya seperti :
1). Keterampilan sikap tanggap
Di dalam melakukan pengelolaan kelasnya, seorang guru harus mempunyai sikap tanggap terhadap apa saja yang tengah berlangsung di dalam kelasnya. Ia tidak semata-mata melakukan pengajaran. Ada banyak hal lain yang harus diperhatikan dan menanggapinya.
Jadi sebenarnya tugas guru dalam mengajar itu sifatnya multitasking. Dalam sekali waktu ia harus menciptakan kondisi belajar yang baik untuk efektivitas pengajaran, juga sekaligus memelihara kondisi yang telah tercipta. Keterampilan sikap tanggap ini dapat dilakukan dengan cara memandang secara seksama, gerakan mendekat, memberi pertanyaan, dan memberi reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan.
2). Membagi perhatian
Ketika guru melakukan tugasnya sebagai pengajar di dalam sebuah kelas, pengelolaan kelas dalam kaitan dengan pembagian perhatian terhadap seluruh siswa dan hal-hal lain yang ada di kelas harus dilakukan.
Guru yang terlalu terfokus pada pembelajarannya semata, atau pada suatu hal lainnya akan menjadi abai terhadap kejadian-kejadian penting lainnya dalam kelasnya, padahal bisa saja kejadiaan atau situasi itu dapat merusak efektivitas proses pembelajaran siswa.
3). Keterampilan memberi perhatian adalah dengan cara visual dan verbal.
Kepada seluruh siswa yang ada di dalam kelasnya, guru dapat menunjukkan bahwa ia selalu memperhatikan mereka semua, apakah mereka ikut proses pembelajaran dengan baik atau tidak. Untuk ini, guru dapat menunjukkan bahwa ia memperhatikan mereka melalui beragam cara, yaitu dapat secara visual (gerakan, bahasa tubuh, atau mimik), atau dapat juga langsung secara verbal (melalui kata-kata yang diucapkannya)
4). Pemusatan perhatian kelompok
Ketika semua siswa sedang berada di dalam kelompoknya dan mengerjakan sebuah tugas belajar yang diberikan, adakalanya guru memerlukan perhatian mereka sesaat untuk menyampaikan sesuatu yang sifatnya klasikal. Maka guru harus memiliki keterampilan pemusatan perhatian kelompok untuk kebutuhan semacam ini.
2. Keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
Ketika kondisi belajar yang optimal di dalam sebuah kelas sudah dapat diciptakan dan dipertahankan dengan baik, maka seorang guru dapat beranjak ke arah yang lebih jauh, yaitu melakukan pengembangan.
Beberapa keterampilan yang dibutuhkan untuk pengembangan kondisi belajar yang optimal ini antara lain:
1). Masalah modifikasi tingkah laku
Beberapa tingkah laku negatif seringkali telah menjadi kebiasaan segelintir siswa. Agar hal ini tidak selalu menjadi hambatan di dalam kelas, maka guru dapat memodifikasi tingkah laku negatif ini menjadi tingkah laku yang positif. Ini tentunya bukan hal yang mudah. Membalikkan kebiasaan buruk siswa menjadi kebiasaan baik memerlukan waktu, kesabaran, dan teknik-teknik tertentu yang dipilih dengan sangat hati-hati.
2). Pendekatan pemecahan masalah kelompok
Di dalam sebuah kelompok belajar, siswa saling berinteraksi. Dalam melakukan interaksi untuk proses pembelajaran tidak jarang pula terjadi permasalahan-permasalahan yang memerlukan penanganan bantuan dari guru. Guru perlu memfasilitasi kelompok-kelompok semacam ini untuk menyelesaikan masalah mereka sehingga kegiatan belajar mereka dapat menjadi lebih optimal.
3). Menemukan tingkah laku yang menimbulkan masalah
Guru yang sangat memperhatikan kelasnya dengan jeli akan dapat menemukan tingkah laku-tingkah laku siswa yang berpotensi akan menimbulkan masalah. Ini adalah keterampilan penting yang harus dikuasai guru sehingga masalah-masalah yang muncul segera dapat diatasi dan tidak menjadi semakin besar dan merugikan pembelajaran dalam kelas yang bersangkutan.
4). Memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
Apabila guru telah mengidentifikasi dan menemukan masalah yang muncul dari tingkah laku siswa, maka ia selanjutnya harus memecahkan permasalahan tersebut agar tidak lagi menjadi gangguan bagi pengelolaan kelasnya. Ini penting agar pembelajaran dapat dberlangsung efektif dan efisien.
C. Permasalahan dalam komponen
keterampilan manajemen kelas
Dalam usaha mengelola kelas secara efektif ada sejumlah kekeliruan yang harus dihindari oleh guru, yaitu sebagai berikut.
1). Campur tangan yang berlebih (teachers instruction).
Apabila guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung dengan komentar, pertanyaan, atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan terganggu atau terputus. Hal ini akan memberi kesan kepada siswa bahwa guru tidak memperhatikan keterlibatan dan kebutuhan anak. Ia hanya ingin memuaskan kehendak sendiri.
2). Kelenyapan (fade away)
Hal ini terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu instruksi, penjelasan, petunjuk, atau komentar, dan kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alasan yang jelas. Juga dapat terjadi dalam bentuk waktu diam yang terlalu lama, kehilangan akal, atau melupakan langkah-langkah dalam pelajaran. Akibatnya ialah membiarkan pikiran siswa mengawang-awang, melantur, dan mengganggu keefektifan serta kelancaran pelajaran.
3). Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan (stops and stars)
Hal ini dapat terjadi bila guru memulai suatu aktivitas tanpa mengetahui aktivitas sebelumnya menghentikan kegiatan pertama, memulai yang kedua, kemudian kembali kepada kegiatan yang pertama lagi. Dengan demikian guru tidak dapat mengendalikan situasi kelas dan akhirnya mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
4). Penyimpangan (digression)
Akibat guru terlalu asyik dalam suatu kegiatan atau bahkan tertentu memungkinkan ia dapat menyimpang. Penyimpangan tersebut dapat mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
5). Bertele-tele (overdweiling)
Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan guru bersifat mengulang-ulang hal-hal tertentu, memperpanjang keterangan atau penjelasan, mengubah teguran sederhana menjadi ocehan atau kupasan yang panjang.
Untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif selain menerapkan prinsip-prinsip pengelola juga kiat-kiat untuk mengatasi kendala tersebut yaitu:
a). guru tidak boleh campur tangan yang berlebihan terhadap siswa.
b). Guru jangan sampai kehilangan konsentrasi yang dapat menimbulkan kesenyapan atau pembicaraan terhenti tiba-tiba.
c). menghindari ketidaktepatan menandai dan mengakhiri suatu kegiatan atau guru harus tepat waktu.
d). guru harus dapat mengelola waktu karena berkaitan dengan disiplin diri siswa.
e).memberikan penjelasan yang jelas, sederhana, sistematis dan tidak bertele-tele.
Daftar Rujukan
( Depdikbud, 1985) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, apabila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun gangguan yang berkelanjutan.
Menurut (Majid, 2014) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya jika terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.nnya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Menurut (Wina Sanjaya, 2005) bahwa pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan yang digunakan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran guna untuk mengkondisikan belajar siswa dengan harapan supaya terjadi suatu kondisi kelas yang kondusif, memaksimalkan sarana dan prasarana, menjaga keterlibatan siswa, menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal dan rasa nyaman dalam proses belajar mengajar.
Maka dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas, perlu memperhatikan komponen keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan seorang guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran.
B. Macam - Macam Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
Pada dasarnya, terdapat banyak sekali komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam memanajemen kelasnya. Akan tetapi di sini untuk mempermudah kita akan membahas dua komponen keterampilan manajemen kelas, Kedua kelompok besar komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas itu adalah:
1. Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
Keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar. Karena keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal terdiri ini adalah kelompok besar, maka di dalamnya terdapat sub-sub keterampilan pengelolaan kelas lainnya seperti :
1). Keterampilan sikap tanggap
Di dalam melakukan pengelolaan kelasnya, seorang guru harus mempunyai sikap tanggap terhadap apa saja yang tengah berlangsung di dalam kelasnya. Ia tidak semata-mata melakukan pengajaran. Ada banyak hal lain yang harus diperhatikan dan menanggapinya.
Jadi sebenarnya tugas guru dalam mengajar itu sifatnya multitasking. Dalam sekali waktu ia harus menciptakan kondisi belajar yang baik untuk efektivitas pengajaran, juga sekaligus memelihara kondisi yang telah tercipta. Keterampilan sikap tanggap ini dapat dilakukan dengan cara memandang secara seksama, gerakan mendekat, memberi pertanyaan, dan memberi reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan.
2). Membagi perhatian
Ketika guru melakukan tugasnya sebagai pengajar di dalam sebuah kelas, pengelolaan kelas dalam kaitan dengan pembagian perhatian terhadap seluruh siswa dan hal-hal lain yang ada di kelas harus dilakukan.
Guru yang terlalu terfokus pada pembelajarannya semata, atau pada suatu hal lainnya akan menjadi abai terhadap kejadian-kejadian penting lainnya dalam kelasnya, padahal bisa saja kejadiaan atau situasi itu dapat merusak efektivitas proses pembelajaran siswa.
3). Keterampilan memberi perhatian adalah dengan cara visual dan verbal.
Kepada seluruh siswa yang ada di dalam kelasnya, guru dapat menunjukkan bahwa ia selalu memperhatikan mereka semua, apakah mereka ikut proses pembelajaran dengan baik atau tidak. Untuk ini, guru dapat menunjukkan bahwa ia memperhatikan mereka melalui beragam cara, yaitu dapat secara visual (gerakan, bahasa tubuh, atau mimik), atau dapat juga langsung secara verbal (melalui kata-kata yang diucapkannya)
4). Pemusatan perhatian kelompok
Ketika semua siswa sedang berada di dalam kelompoknya dan mengerjakan sebuah tugas belajar yang diberikan, adakalanya guru memerlukan perhatian mereka sesaat untuk menyampaikan sesuatu yang sifatnya klasikal. Maka guru harus memiliki keterampilan pemusatan perhatian kelompok untuk kebutuhan semacam ini.
2. Keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
Ketika kondisi belajar yang optimal di dalam sebuah kelas sudah dapat diciptakan dan dipertahankan dengan baik, maka seorang guru dapat beranjak ke arah yang lebih jauh, yaitu melakukan pengembangan.
Beberapa keterampilan yang dibutuhkan untuk pengembangan kondisi belajar yang optimal ini antara lain:
1). Masalah modifikasi tingkah laku
Beberapa tingkah laku negatif seringkali telah menjadi kebiasaan segelintir siswa. Agar hal ini tidak selalu menjadi hambatan di dalam kelas, maka guru dapat memodifikasi tingkah laku negatif ini menjadi tingkah laku yang positif. Ini tentunya bukan hal yang mudah. Membalikkan kebiasaan buruk siswa menjadi kebiasaan baik memerlukan waktu, kesabaran, dan teknik-teknik tertentu yang dipilih dengan sangat hati-hati.
2). Pendekatan pemecahan masalah kelompok
Di dalam sebuah kelompok belajar, siswa saling berinteraksi. Dalam melakukan interaksi untuk proses pembelajaran tidak jarang pula terjadi permasalahan-permasalahan yang memerlukan penanganan bantuan dari guru. Guru perlu memfasilitasi kelompok-kelompok semacam ini untuk menyelesaikan masalah mereka sehingga kegiatan belajar mereka dapat menjadi lebih optimal.
3). Menemukan tingkah laku yang menimbulkan masalah
Guru yang sangat memperhatikan kelasnya dengan jeli akan dapat menemukan tingkah laku-tingkah laku siswa yang berpotensi akan menimbulkan masalah. Ini adalah keterampilan penting yang harus dikuasai guru sehingga masalah-masalah yang muncul segera dapat diatasi dan tidak menjadi semakin besar dan merugikan pembelajaran dalam kelas yang bersangkutan.
4). Memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
Apabila guru telah mengidentifikasi dan menemukan masalah yang muncul dari tingkah laku siswa, maka ia selanjutnya harus memecahkan permasalahan tersebut agar tidak lagi menjadi gangguan bagi pengelolaan kelasnya. Ini penting agar pembelajaran dapat dberlangsung efektif dan efisien.
C. Permasalahan dalam komponen
keterampilan manajemen kelas
Dalam usaha mengelola kelas secara efektif ada sejumlah kekeliruan yang harus dihindari oleh guru, yaitu sebagai berikut.
1). Campur tangan yang berlebih (teachers instruction).
Apabila guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung dengan komentar, pertanyaan, atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan terganggu atau terputus. Hal ini akan memberi kesan kepada siswa bahwa guru tidak memperhatikan keterlibatan dan kebutuhan anak. Ia hanya ingin memuaskan kehendak sendiri.
2). Kelenyapan (fade away)
Hal ini terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu instruksi, penjelasan, petunjuk, atau komentar, dan kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alasan yang jelas. Juga dapat terjadi dalam bentuk waktu diam yang terlalu lama, kehilangan akal, atau melupakan langkah-langkah dalam pelajaran. Akibatnya ialah membiarkan pikiran siswa mengawang-awang, melantur, dan mengganggu keefektifan serta kelancaran pelajaran.
3). Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan (stops and stars)
Hal ini dapat terjadi bila guru memulai suatu aktivitas tanpa mengetahui aktivitas sebelumnya menghentikan kegiatan pertama, memulai yang kedua, kemudian kembali kepada kegiatan yang pertama lagi. Dengan demikian guru tidak dapat mengendalikan situasi kelas dan akhirnya mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
4). Penyimpangan (digression)
Akibat guru terlalu asyik dalam suatu kegiatan atau bahkan tertentu memungkinkan ia dapat menyimpang. Penyimpangan tersebut dapat mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
5). Bertele-tele (overdweiling)
Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan guru bersifat mengulang-ulang hal-hal tertentu, memperpanjang keterangan atau penjelasan, mengubah teguran sederhana menjadi ocehan atau kupasan yang panjang.
Untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif selain menerapkan prinsip-prinsip pengelola juga kiat-kiat untuk mengatasi kendala tersebut yaitu:
a). guru tidak boleh campur tangan yang berlebihan terhadap siswa.
b). Guru jangan sampai kehilangan konsentrasi yang dapat menimbulkan kesenyapan atau pembicaraan terhenti tiba-tiba.
c). menghindari ketidaktepatan menandai dan mengakhiri suatu kegiatan atau guru harus tepat waktu.
d). guru harus dapat mengelola waktu karena berkaitan dengan disiplin diri siswa.
e).memberikan penjelasan yang jelas, sederhana, sistematis dan tidak bertele-tele.
Daftar Rujukan
Majid, Abdul. (2014). Belajar dan Pembelajaran, Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA
Mulyasa, E (2013). Menjadi Guru Profesional, Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA
Winata putra,Udin s. (2004). Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Universitas Terbuka
Mulyasa, E (2013). Menjadi Guru Profesional, Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA
Winata putra,Udin s. (2004). Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Universitas Terbuka
Bagus kakak👍👍
BalasHapusSangat membantu sekali blogny kak
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, semoga bisa kita terapkan dilapangan nantinya🙏
BalasHapusMaterinya sangat membantu kaka, semoga bisa diterapkan di lapangan nanti
BalasHapusMaterinya bagus kak 🙏
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat membantu sekali kak
BalasHapusSangat membantu materinya
BalasHapusMaterinya bagus dan sangat membantu sekali kak
BalasHapus