Aspek - aspek, fungsi dan faktor manajemen kelas ( tugas 4)

A. Aspek – Aspek Manajemen Kelas
       
    Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas adalah :

1. Mengecek kehadiran siswa. Siswa di lihat keberadaannya satu persatu terutama diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar.

2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut.

3. Pendistribusian bahan dan alat.

4. Mengumpulkan informasi dari siswa.

5. Mencatat data.

6. Pemeliharaan arsip.

7. Menyampaikan materi pelajaran.

8. Memberikan tugas/PR.

           Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996:13) adalah:

          Ketika bertemu dengan siswa, guru harus:

 1. Bersikap tenang dan percaya diri
 2. Tidak menunjukkan rasa cemas, muka         masam atau sikap tidak simpatik.
 3. Memberikan salam.
 4. Memperkenalkan diri.
 5. Memberikan format isian tentang data         pribadi siswa.
 6. Guru memberikan tugas kepada siswa.
 7. Mengatur tempat duduk siswa.
 8. Menentukan tata cara berbicara.
 9. Bertindak disiplin baik terhadap siswa         maupun terhadap diri sendiri.



B. FUNGSI MANAJEMEN KELAS

1. Perencanaan

         Perencanaan merupakan kegiatan berpikir (mind) untuk menetapkan tujuan. Perencanaan pembelajaran adalah upaya untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan dan harus dimiliki oleh peserta didik. Perencanaan pembelajaran adalah suatu upaya untuk menentukan berbagai kegiatan yang akan dilakukan dalam kaitan dengan upaya untuk mencapai tujuan proses pembelajaran.

2. Pengorganisasian

         Perencanaan dan pengorganisasian pengajaran memegang peran penting dalam keefektifan kelas. Pengorganisasian pengajaran yang diterapkan di sekolah harus memperhatikan faktor kemampuan dan latar belakang siswa. Sehingga sekolah dalam pengorganisasian kelas tidak salah mengelompokkan siswa ke dalam kelompok atau kelas. Pengajaran yang dapat diterapkan oleh sekolah ialah pengajaran secara individual dan klasikal.

3. Menggerakkan

         Penggerakan adalah tindakan untuk memulai, memprakarsai, memotivasi dan mengarahkan, serta mempengaruhi orang lain agar mengerjakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan. Guru juga harus memahami bahwa tantangan dalam bidang pembelajaran sekarang adalah bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang membuat siswa belajar. Guru mengatur siswa berdasarkan situasi yang ada ketika terjadi proses pembelajaran. Guru membangun sikap positif melalui spirit motivasi tinggi kepada siswa, agar tekun belajar.

4. Memberikan Arahan

          Memberikan arahan dalam konteks manajemen kelas adalah usaha seorang guru dalam memberikan petunjuk dan bimbingan kepada siswa agar terhindar dari hambatan dalam belajar. Hambatan belajar dapat berasal dari faktor intern dan ekstern siswa. Arahan yang diberikan kepada guru diharapkan dapat mengurangi dan/atau menghilangkan rasa takut gagal siswa dalam belajar. Ada semacam tambahan energi manakala seorang guru memberikan nasihat dan arahan kepada siswa. Sehingga pendekatan hati menentukan dalam pemberian arahan kepada siswa.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi      manajemen kelas

          Keberhasilan manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, dipengaruhi oleh beberapa faktor,  Djamarah dalam Karwati (2014: 28), antara lain :

a. Lingkungan Fisik

    Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh  penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.

  1) Ruangan, harus bersifat luas dan nyaman,tidak boleh saling berdesakan,maka dari itu penataan ruangan harus dilakukan oleh guru dengan baik sesuai dengan jumlah siswa di kelas tersebut.
 2) Aturan tempat duduk, di atBaik
esuai dengan tinggi badan siswa.
3)  Ventilasi dan pengaturan cahaya.
4) Pengaturan penyimpanan barang – barang.

b. Kondisi Sosio-Emosional

1) Sikap guru

     Sikap guru dalam menghadapai peserta didik yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku peserta didik akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya bukan membenci peserta didiknya. Terimalah peserta dengan hangat sehingga ia insyaf dengan kesalahannya. Berlaku adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan peserta didik sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.

2) Pembinaan Hubungan Baik

     Pembinaan hubungan baik antara guru dan peserta didik dalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-peserta didik, diharapkan peserta didik senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya.

c. Kondisi Orgaisasional

    Secara umum faktor kondisi organisasional yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu:

1) Faktor internal peserta didik

    Berhubungan dengan masalah emosi, pikiran dan perilaku. Kepribadian peserta didik dengan ciri-ciri khasnya masing-masing, menyebabkan peserta didik berbeda dengan peserta didik lainnya secara individual. Perbedaan secara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.

2) Faktor eksternal peseta didik

     Berkaitan dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan peserta didik, pengelompokan peserta didik, jumlah peserta didik, dan sebagainya. Jumlah peserta didik di kelas akan akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah peserta didik di kelas, akan cenderung lebih mudah munculnya konflik yang menyebabkan ketidaknyamanan, begitupun sebaliknya.




Daftar rujukan
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996), Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 2, Jakarta : Depdagri dan Depdikbud

Maman Rahman, (1998), Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Komentar

Posting Komentar